Cara Menentukan Sampel Penelitian (Panduan Lengkap)
Sampel adalah sebagian dari populasi yang dipilih untuk mewakili keseluruhan objek penelitian. Pemilihan sampel harus dilakukan secara tepat agar hasil penelitian valid dan dapat digeneralisasi.
Langkah-Langkah Menentukan Sampel
1. Menentukan Populasi
Populasi adalah seluruh objek atau subjek penelitian.
Contoh: seluruh mahasiswa semester 5 di suatu universitas.
2. Menentukan Teknik Sampling
Pilih metode pengambilan sampel sesuai kebutuhan penelitian:
a. Probability Sampling (acak)
Semua anggota populasi punya peluang sama.
- Simple Random Sampling → undian/random
- Stratified Sampling → berdasarkan kelompok (gender, jurusan)
- Cluster Sampling → berdasarkan wilayah/kelas
b. Non-Probability Sampling
Tidak semua anggota punya peluang sama.
- Purposive Sampling → berdasarkan kriteria tertentu
- Convenience Sampling → yang mudah dijangkau
- Snowball Sampling → dari rekomendasi responden
3. Tentukan Ukuran Sampel
Ada beberapa cara:
a. Menggunakan Rumus Slovin
Kalau populasi diketahui:
n=N1+Ne2n = \frac{N}{1 + N e^2}
Keterangan:
- n = jumlah sampel
- N = jumlah populasi
- e = margin of error (biasanya 0,05 atau 5%)
Contoh:
Populasi 1000 orang, error 5%
→ n = 1000 / (1 + 1000 × 0,05²) = 286 responden
b. Berdasarkan Pendapat Ahli
- Menurut John W. Creswell:
- Kuantitatif: minimal 30–100 sampel
- Menurut Sugiyono:
- Tergantung desain penelitian dan analisis
c. Berdasarkan Analisis Statistik
Untuk penelitian lanjutan (misalnya SEM, regresi):
- Minimal 5–10 kali jumlah indikator
4. Sesuaikan dengan Tujuan Penelitian
- Kuantitatif → butuh sampel besar dan representatif
- Kualitatif → sampel kecil tapi mendalam (10–20 cukup)
5. Pastikan Representatif
Sampel harus:
- Mewakili populasi
- Tidak bias
- Sesuai karakteristik penelitian