Mengenal Mix -Method lebih jauh

Dalam penelitian, *Mixed Methods* atau metode penelitian kombinasi adalah pendekatan yang menggabungkan bentuk kualitatif dan kuantitatif. Penggunaan metode ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif dibandingkan hanya menggunakan satu metode saja.

Berdasarkan klasifikasi populer dari John Creswell, berikut adalah jenis-jenis utama *mixed methods*:

1. Sequential Explanatory (Urutan Eksplanatori)

Metode ini dilakukan secara bertahap. Peneliti mengumpulkan dan menganalisis data **kuantitatif** terlebih dahulu, kemudian diikuti oleh data **kualitatif**.

Tujuan: Menggunakan data kualitatif untuk menjelaskan atau memperdalam hasil kuantitatif yang bersifat umum.

Contoh: Anda melakukan survei untuk melihat tingkat profitabilitas trading (kuantitatif), lalu melakukan wawancara mendalam dengan beberapa trader untuk memahami strategi psikologis di balik angka tersebut (kualitatif).

2. Sequential Exploratory (Urutan Eksploratori)

Kebalikan dari eksplanatori, metode ini dimulai dengan data kualitatif, kemudian diikuti oleh data kuantitatif.

Tujuan: Menjelajahi fenomena terlebih dahulu karena variabelnya belum diketahui, lalu menguji temuan tersebut pada populasi yang lebih luas.

Contoh:  Melakukan wawancara untuk menemukan masalah hama pada tanaman cabai di suatu daerah (kualitatif), lalu membuat kuesioner berdasarkan hasil wawancara tersebut untuk disebarkan ke seluruh petani di provinsi (kuantitatif).

3. Concurrent Triangulation (Triangulasi Setara)

Peneliti mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif secara bersamaan** dalam satu waktu.

Tujuan:  Membandingkan atau mengonfirmasi temuan dari kedua metode untuk melihat apakah keduanya menghasilkan kesimpulan yang sama (validasi).

Contoh: Saat menguji performa sebuah kendaraan, peneliti mencatat data teknis mesin (kuantitatif) sambil mencatat kesan kenyamanan dari pengemudi (kualitatif) pada waktu yang sama.

4. Concurrent Embedded (Penyisipan Setara)

Salah satu metode menjadi metode primer (dominan), sementara metode lainnya hanya menjadi pendukung yang “disisipkan” untuk memperkuat data.

Tujuan: Mendapatkan perspektif yang berbeda yang tidak bisa didapatkan hanya dari metode utama.

Contoh: Penelitian dominan kuantitatif tentang efektivitas pupuk sistemik, namun disisipkan observasi kualitatif kecil tentang perubahan perilaku petani dalam merawat tanaman selama eksperimen berlangsung

Ringkasan Perbandingan

| Jenis Metode | Urutan | Bobot | Fokus Utama |

 

| **Explanatory** | Kuantitatif \rightarrow Kualitatif | Biasanya Kuantitatif | Menjelaskan hasil angka. |

| **Exploratory** | Kualitatif \rightarrow Kuantitatif | Biasanya Kualitatif | Membangun instrumen/teori. |

| **Triangulation** | Bersamaan | Sama Kuat | Konfirmasi & Validasi data. |

| **Embedded** | Bersamaan | Satu Dominan | Melengkapi data utama. |

### Tips Memilih Metode

Dalam pengerjaan tugas akhir atau proyek seperti *Systematic Literature Review* (SLR), pemilihan metode ini sangat bergantung pada pertanyaan penelitian Anda. Jika Anda ingin membuktikan sebuah teori, **Explanatory** sering kali lebih cocok. Namun, jika Anda ingin membangun konsep baru dari literatur yang ada, **Exploratory** mungkin lebih tepat.

Apakah rencana penelitian Anda saat ini cenderung ingin membuktikan suatu angka atau justru ing

in menggali pola-pola baru?

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *