Langkah – Langkah Menulisakan Latarbelakang Penelitian

Menulis latar belakang masalah dalam sebuah penelitian merupakan langkah awal yang sangat penting karena bagian ini berfungsi untuk menjelaskan konteks, urgensi, dan alasan mengapa penelitian tersebut perlu dilakukan. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memulai dengan gambaran umum (general context) terkait topik yang diteliti. Peneliti perlu menjelaskan fenomena atau kondisi aktual yang terjadi di lapangan secara luas agar pembaca memahami situasi besar yang melatarbelakangi penelitian. Pada tahap ini, peneliti dapat mengangkat isu global, nasional, atau lokal yang relevan dengan bidang kajian, misalnya perkembangan teknologi dalam pendidikan, perubahan kurikulum, atau tantangan dalam pembelajaran bahasa Inggris.

Langkah kedua adalah mempersempit pembahasan menuju permasalahan spesifik. Setelah menjelaskan konteks umum, peneliti harus mulai mengidentifikasi adanya kesenjangan (gap), masalah, atau ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan. Masalah ini bisa berupa rendahnya hasil belajar siswa, kurangnya efektivitas metode pembelajaran, atau minimnya pemanfaatan teknologi tertentu. Pada bagian ini, peneliti perlu menunjukkan secara jelas bahwa terdapat kondisi yang belum ideal dan memerlukan solusi. Penyampaian masalah sebaiknya didukung oleh data awal, hasil observasi, atau fakta empiris agar lebih meyakinkan.

Langkah ketiga adalah menjelaskan penyebab munculnya masalah tersebut. Peneliti perlu menguraikan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap permasalahan yang telah diidentifikasi. Faktor tersebut bisa berasal dari aspek internal seperti kemampuan siswa, motivasi, atau kompetensi guru, maupun faktor eksternal seperti fasilitas, lingkungan belajar, atau kebijakan pendidikan. Penjelasan ini penting agar pembaca memahami akar permasalahan secara lebih mendalam dan tidak hanya melihat gejala di permukaan.

Langkah keempat adalah mengaitkan masalah dengan teori dan hasil penelitian terdahulu. Pada tahap ini, peneliti perlu menunjukkan bahwa masalah yang diangkat memiliki landasan akademik yang kuat. Peneliti dapat mengutip teori-teori relevan atau hasil penelitian sebelumnya yang mendukung adanya masalah tersebut. Selain itu, peneliti juga harus menunjukkan adanya research gap, yaitu bagian yang belum banyak diteliti atau belum mendapatkan solusi yang optimal dari penelitian sebelumnya. Hal ini akan memperkuat posisi penelitian yang dilakukan sebagai kontribusi baru dalam bidang ilmu.

Langkah kelima adalah merumuskan tujuan penelitian secara implisit. Setelah menjelaskan masalah dan gap, peneliti perlu mengarahkan pembahasan pada tujuan penelitian yang ingin dicapai. Meskipun tidak harus ditulis secara eksplisit seperti pada bagian rumusan masalah, latar belakang harus mampu menggiring pembaca untuk memahami fokus utama penelitian. Peneliti dapat menggunakan kalimat seperti “oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk…” sebagai transisi yang jelas.

Langkah terakhir adalah menegaskan pentingnya penelitian (signifikansi). Peneliti perlu menjelaskan manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian, baik secara teoretis maupun praktis. Manfaat teoretis berkaitan dengan pengembangan ilmu pengetahuan, sedangkan manfaat praktis berkaitan dengan penerapan hasil penelitian dalam kehidupan nyata, seperti bagi guru, siswa, atau institusi pendidikan. Dengan menutup latar belakang menggunakan penegasan ini, peneliti dapat meyakinkan pembaca bahwa penelitian yang dilakukan memiliki nilai dan kontribusi yang jelas, dan perlu diingat, tulisan kita harus terhindar dari AI detector dan plagiarisme.

langkah, menulis, pendahulan, latar belakang, penelitian

Referensi:

Berikut beberapa referensi yang dapat digunakan untuk mendukung penulisan latar belakang masalah dalam penelitian:

  1. Creswell, John W. – Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). SAGE Publications.
    → Buku ini menjelaskan secara sistematis bagaimana menyusun latar belakang penelitian, termasuk identifikasi masalah dan research gap.
  2. Swales, John M. & Feak, Christine B. – Academic Writing for Graduate Students (2012). Academic Writing for Graduate Students (3rd ed.). University of Michigan Press.
    → Referensi penting untuk memahami struktur penulisan akademik, termasuk teknik membangun argumen dalam latar belakang.
  3. Ary, Donald et al. – Introduction to Research in Education (2010). Introduction to Research in Education (8th ed.). Wadsworth.
    → Membahas dasar-dasar penelitian pendidikan, termasuk cara mengidentifikasi dan merumuskan masalah penelitian.
  4. Fraenkel, Jack R. et al. – How to Design and Evaluate Research in Education (2012). How to Design and Evaluate Research in Education (8th ed.). McGraw-Hill.
    → Memberikan panduan praktis dalam menyusun latar belakang dan justifikasi penelitian.
  5. Booth, Wayne C. et al. – The Craft of Research (2016). The Craft of Research (4th ed.). University of Chicago Press.
    → Fokus pada bagaimana membangun argumen penelitian yang kuat, termasuk menjelaskan pentingnya masalah penelitian.
  6. Sugiyono – Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
    → Referensi populer di Indonesia yang menjelaskan langkah-langkah penyusunan latar belakang masalah secara praktis.
  7. Moleong, Lexy J. – Metodologi Penelitian Kualitatif (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
    → Menjelaskan pendekatan kualitatif dan pentingnya konteks dalam latar belakang penelitian.

Referensi di atas dapat digunakan untuk memperkuat landasan teoretis dan metodologis dalam penulisan latar belakang masalah agar lebih akademis dan sesuai standar jurnal maupun skripsi.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *